Manchester City mengejar sejarah ketika menghadapi Stoke City pada
lanjutan Liga Primer di Stadion Etihad, Manchester, Rabu (21/12) besok.
Kemenangan akan mengantar the Citizens berada di puncak klasemen pada Hari Raya Natal untuk pertama kalinya dalam 82 tahun.
Roberto Mancini, manajer Manchester City, mengatakan timnya memang mengincar angka penuh ketika menjamu skuat asuhan Tony Pulis. Tapi, ia tidak terlalu merisaukan berada di puncak klasemen pada saat Hari Raya Natal.
Roberto Mancini, manajer Manchester City, mengatakan timnya memang mengincar angka penuh ketika menjamu skuat asuhan Tony Pulis. Tapi, ia tidak terlalu merisaukan berada di puncak klasemen pada saat Hari Raya Natal.
“Kami ingin berada di puncak selama mungkin, tidak hanya ketika Natal,” ujar dia seperti dilansir Telegraph.
City terakhir kali merajai klasemen Liga Inggris pada 1929. Tapi, the Citizens gagal merengkuh titel pada akhir musim. Mereka hanya finis pada posisi ketiga di belakang Sheffield Wednesday dan Derby County.
The Citizens dapat saja mengulang hasil buruk tersebut kalau tidak tampil konsisten. Sebab, Manchester United (MU) berada dalam kondisi mengancam posisi puncak klasemen sementara.
City terakhir kali merajai klasemen Liga Inggris pada 1929. Tapi, the Citizens gagal merengkuh titel pada akhir musim. Mereka hanya finis pada posisi ketiga di belakang Sheffield Wednesday dan Derby County.
The Citizens dapat saja mengulang hasil buruk tersebut kalau tidak tampil konsisten. Sebab, Manchester United (MU) berada dalam kondisi mengancam posisi puncak klasemen sementara.
Iblis Merah, demikian julukan MU, sempat menggantikan City di puncak
klasemen sementara setelah memetik kemenangan 2-0 atas Queen Park
Rangers. Tapi, gol tunggal David Silva ke gawang Arsenal mengembalikan
posisi the Citizens ke puncak klasemen dengan keunggulan dua angka atas
tetangganya.
“Kami tidak mungkin memenangi titel tanpa perlawanan dari MU,” ujar Mancini





0 komentar:
Posting Komentar