kenapa kita menutup mata
ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat
ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita,
kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang
dinamakan cinta.
Pada
suatu hari beberapa orang wanita Bani Tamim datang menemui Ummul
Mu'minin Aisya ra. Mereka berpakaian demikian tipis sehingga istri
Rasulullah saw itu menegur: "Jika kalian wanita beriman, katahuilah bahwa itu bukan pakaian wanita beriman!"
Juga pada kesempatan yang lain Aisyah kedatangan seorang tamu pengantin
baru yang mengenakan kerudung yang tipis dan jarang. Melihat itu Ummul
Mu'minin berkata kepada orang yang mengantar kedatangan pengantin
tersebut: "Wanita yang mengimani Surah An-Nur (ayat 31) tidak akan memakai (kerudung seperti) itu!." demikianlah menurut hadits yang diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah.
Seseorang
telah menanam anggur yang dikenal sebagai suatu jenis baru yang
menghasilkan buah anggur yang siap dimakan hanya setelah berumur tiga
puluh tahun. Ketika dia menanamnya, Sultan melintas, berhenti, dan
berkata, "Engkau seorang yang luar biasa optimis jika engkau berharap hidup hingga anggur itu berbuah."
"Mungkin aku tidak akan hidup selama itu," jawab orang itu. "Tetapi setidaknya para penggantiku akan hidup dan mengambil keuntungan dari pekerjaanku, sebagaimana kami semua mengambil keuntungan dari kerja para pendahulu kita."
"Kalau begitu," jawab Sultan. "Jika pohon anggur itu berbuah, bawakan beberapa butir buah untukku. Itu jika kita lolos dari pedang kematian yang menggantung di atas kita sepanjang waktu."
Sultan pun pergi.
"Mungkin aku tidak akan hidup selama itu," jawab orang itu. "Tetapi setidaknya para penggantiku akan hidup dan mengambil keuntungan dari pekerjaanku, sebagaimana kami semua mengambil keuntungan dari kerja para pendahulu kita."
"Kalau begitu," jawab Sultan. "Jika pohon anggur itu berbuah, bawakan beberapa butir buah untukku. Itu jika kita lolos dari pedang kematian yang menggantung di atas kita sepanjang waktu."
Sultan pun pergi.
Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.
Suatu hari
seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang
Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam
kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”
Pada saat
yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan
air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang
katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu
sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai
tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia
bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”
Alkisah, ada
seorang ibu muda yang sudah berhari-hari tidak makan, hingga tubuhnya semakin
kurus saja. Seorang tabib tua memeriksa denyut nadinya, lalu berkata: “Anda memendam begitu banyak masalah dalam hati Anda, sehingga badan menjadi lemah. Karena sebenarnya Anda tidak
memiliki penyakit yang parah.”
Setelah
mendengar diagnosis sang tabib, ibu muda itu merasa sangat lega seperti
terlepas dari beban berat. Kemudian, ibu muda itu pun menceritakan semua
masalahnya pada sang tabib. Tabib tua pun bertanya, “Bagaimana perasaan suami
Anda terhadap Anda?”
Kejujuran sebuah kata yang sangat sederhana tapi sekarang menjadi barang langka dan sangat mahal harganya. Memang ketika kita merasa senang dan segalanya berjalan lancar, mengamalkan kejujuran secara konsisten tidaklah sulit, tetapi pada saat sebuah nilai kejujuran yang kita pegang berbenturan dengan perasaan, kita mulai tergoncang apakah tetap memegangnya, atau kita biarkan tergilas oleh keadaan. Sebuah kisah kejujuran yang sangat menyentuh hati, dua orang anak kecil menjajakan tisu di pinggir jalan. Membuat kita mesti belajar banyak tentang arti sebuah kejujuran.
Langganan:
Postingan (Atom)




- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact